6 Manfaat Jengkol untuk Kesehatan Tubuh – Jengkol, atau dalam bahasa ilmiahnya Archidendron pauciflorum, adalah salah satu tanaman khas Asia Tenggara yang dikenal luas di Indonesia. Meski memiliki aroma yang tajam dan khas, jengkol tetap menjadi primadona di berbagai daerah karena cita rasanya yang unik dan teksturnya yang empuk jika diolah dengan benar. Di balik kontroversi aromanya, jengkol ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang jarang diketahui masyarakat luas.
🌱 Mengenal Jengkol Lebih Dekat
Jengkol adalah tanaman legum yang tumbuh subur di daerah tropis, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Buahnya berbentuk bulat pipih dan berwarna cokelat keunguan, tersusun dalam polong yang melingkar. Di Indonesia, jengkol sering diolah menjadi berbagai hidangan seperti semur jengkol, rendang jengkol, jengkol balado, dan jengkol goreng.
Meski baunya menyengat, jengkol tetap digemari karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal. Di beberapa daerah, jengkol bahkan dianggap sebagai simbol kejantanan dan kekuatan tubuh.
🧪 Kandungan Gizi Jengkol
Dalam 100 gram jengkol matang, terdapat berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh:
- Kalori: ± 140 kkal
- Protein: ± 5 gram
- Karbohidrat: ± 30 gram
- Lemak: ± 1 gram
- Serat: ± 4 gram
- Kalsium: ± 50 mg
- Fosfor: ± 150 mg
- Zat besi: ± 2,5 mg
- Vitamin A, B1, dan C
- Antioksidan: flavonoid, tanin, dan polifenol
- Senyawa aktif: jengkolid acid (dalam jumlah kecil)
Kandungan protein nabati dan mineral dalam jengkol menjadikannya sumber nutrisi yang baik, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan bahan pangan lokal.
💪 Manfaat Jengkol untuk Kesehatan Tubuh
Berikut adalah sejumlah manfaat jengkol yang telah terbukti secara empiris dan didukung oleh studi ilmiah:
1. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi
Jengkol mengandung kalsium dan fosfor dalam jumlah cukup tinggi. Kedua mineral ini https://www.virginiahealthyeatz.com/ berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi yang kuat. Konsumsi jengkol secara teratur dapat membantu mencegah osteoporosis dan keropos tulang, terutama pada usia lanjut.
2. Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah
Zat besi dalam jengkol membantu tubuh dalam proses pembentukan hemoglobin. Ini sangat bermanfaat bagi penderita anemia atau individu yang sering merasa lemas dan kurang bertenaga. Kombinasi zat besi dan vitamin C dalam jengkol juga meningkatkan penyerapan nutrisi secara optimal.
3. Menurunkan Risiko Diabetes
Meski jengkol mengandung karbohidrat, indeks glikemiknya tergolong rendah. Serat yang tinggi dalam jengkol membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, sehingga menjaga kadar glukosa tetap stabil. Ini menjadikan jengkol sebagai pilihan makanan yang aman bagi penderita diabetes tipe 2.
4. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Serat dalam jengkol berfungsi sebagai pelancar sistem pencernaan. Konsumsi jengkol dapat membantu mencegah sembelit, memperbaiki pergerakan usus, dan menjaga keseimbangan mikrobiota dalam saluran cerna.
5. Detoksifikasi Tubuh
Senyawa antioksidan seperti flavonoid dan tanin dalam jengkol membantu tubuh melawan radikal bebas dan mendukung proses detoksifikasi alami. Ini berperan dalam menjaga kesehatan hati dan ginjal, serta memperkuat sistem imun.
6. Menurunkan Tekanan Darah
Jengkol mengandung kalium yang berfungsi mengatur tekanan darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kalium juga membantu mengurangi efek natrium berlebih yang dapat memicu hipertensi.